ADA UANG BANYAK KAWAN TIDAK ADA UANG TIDAK PUNYA TEMAN

Standar

Zaman materi sekarang ini manusia melihat sesuatu seolah-olah ukurannnya adalah materisemata. Orang yang materinya banyak dihargai, disanjung dan dihormati, sedangkan yang materinya sedikit tidak dilihat. Inilah manusia beda dengan pandangan allah melihat manusia bukan dari segi fisiknya tapi keimanan dan ketaqwaan padaNya itulah yang manusia yang paling mulia disisinya.Ketaqwaan dan keimanan manusia terlihat dari perbuatannya sehari-hari sebagai pembuktian dari hari dan amal shalihnya.

Hati yang mengetahui hanya Allah dan pemiliknya, kita manusia hanya menduga-duga saja, karena pengetahuan tentang hati diberi allah hanya sedikit saja, seperti dalam firmannya:” mereka saling bertanya tentang ruh….katakanlah ruh itu adalah urusan rabmu dan kamu sekalian hanya sedikit saja. Inilah masalah jiwa, hati, psihis, kita hanya tahu sedikit saja dari manusia, orang itu susah di tebak, hanya Allahlah yang maha tahu mengapa manusia berbuat dan berkata demikian kepada sesamanya, dan seterusnya.

Ada seorang nenek naik angkot, pakaiannya compang camping, apa yang bibawanya juga demikian seolah-olah dia adalah pengamen dengan bawaannya yang banyak. Orang-orang yang ada diangkot menjauh minggir sepontan ketika nenek tersebut naik, dari naik hingga nenek itu turun semua mencari angin seolah mencium bau tak sedar di hidungnya. Mereka tidak berpikir apakah tindakannya tersebut melukai hati nenek atau tidak yang penting mereka nyaman.lebih dekat dimata

Kita tidak tahu dimata allah diapakah diantara penumpang angkot tersebut yang lebih baik amalnya atau lebih dekat dimata Allah karena kemulyaanya. Berbeda dengan penghormatan kepada sang pemilik harta, dalam kata selalu disanjung, dalam sikap selalu di hormat kemanapun ia pergi, dan dimanapun ia berada. Penghormatan manusia tidak gratis, ternyata mereka meminta upah/ bayaran kepada pemilik harta tersebut. Ini seperti pront office dalam sebuah hotel tersenyum kepada costumer, senyumnya itu tidak gratis karena itu adalah bagian dari costumer satisfaction bagi pengguna hotel. Senyum kepada pelangan berarti melayani sepenuh hati dengan gembira walaupun tidak tahu kita bagimana hatinya yang sebenarnya. Kalau pelanggan merasa nyaman menggunakan hotel tersebut ia akan ceritakan minimal kepada sepuluh orang, demikian juga sebaliknya. Kalau seorang mendapat pelayanan kurang baik dari hotel tersebut iapun akan kompain langsung kepada pemilik/manajernya selain tidak akan menggunakan lagi dan otomatis akan bercerita kepada yang lain. Banyak juga orang ketika sedang kaya banyak orang yang berkunjung kepadanya dengan berbagai tujuan, dan seolah mereka semua mengakui saudara. Tapi ketika orang tersebut bangkrut alias jatuh manjadi miskin orangpun tidak ada yang mengunjunginya.

Dari sikap-sikap diatas itu adalah manusia bersikap kepada sesamanya, berbeda dengan Allah sang penguasa alam ini. Kita sebagai manusia yang tunduk dan beriman ukuran hidup kita didunia ini adalah aturan dari Al-Qur’an dana hadits. Karena keduanyalah sebagai way of life dalam kehidupan manusia di jagat raya ini, bukan hati kita masing-masing atau perasaan,apalagi harta menjadi ukuran seperti realitanya zaman sekarang ini.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s