Standar

                            MUTU PENDIDIKAN/ PEMBELAJARAN

PENDAHUAN

Mutu atau kualitas sesuatu ukurannya adalah negara tersebut termasuk pendidikan. Mutu pendidikan Indonesia selalu dihubungkan dengan standar nasional indonesia(sni) sebagai penjamin mutu tingkat nasional, pada level dan internasional adalah CEO. Bagaimana mutu sekolah kita, pendidikan kita, sarana prasarana, tenaga kependidkan, proses belajar mengajar sendiri, dan keadaan peserta didik. Ada masalah yang berhubungan dengan pendidikan(tawuran 21 september 2012) saling menyalahkan siapakah yang paling bertanggung jawab masalah ini. semuanya bertanggung jawab karena semua terlibat dalam pendidikan menuju harapan seluruh komponen bangsa.Ini menunjukan mutu dan karakter pendidikan kita masih lemah dan rendah.

 

penilaian jarang dibuat atas dasar nilai tunggal. Apa yang kita nilai dalam pendidikan cenderung menjadi rumit karena akan tergantung pada kami prioritas dan apa yang kita anggap ‘yang baik’ untuk menjadi orang-orang, untuk hidup dan untuk masyarakat

Menurut human developmen report tahun 2000 versi un dp bahwa  hdi indonesia urutan 109 jauh dibawah philipina(77), thailand(76), malaysia(61),brunai darussalam(32),korea selatan(30), dan singapura(24). berarti pendidikan kita kalah jauh dibawah negara-negara yang pembangunan dan  ekonominya dibawah indonesia termasuk  sri langka(84) dan vietnam ()108(basuki wibawa:)

Kualitas pendidikan indonesia yang rendah itu juga ditunjukan data balitbang (2003) bahwa dari 146.052  sd di indonesia ternyata hanya delapan sekolah saja yang dapat pengakuan dunia dalam kategori the primary years program (pyp) dan dari 8.036 sma ternyata hanya tujuh sekolah saja yang dapat pengakuan dunia dalam kategori the diploma program (dp).

Penebab rendahnya mutu pendidikan di indonesia antara lain adlah masalah efektipitas, efisiensi, dan standarisasi pengajaran. hal tersebut menjadi masalah pendidikan di indonesia pada umumnya. adapun permasyalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu:

  1. rendahnya saran fisik
  2. rendahnya kualitas guru
  3. rendahnya kesejahteraan guru
  4. rendahnya frestasi siswa
  5. rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan
  6. rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan
  7. mahalnya biaya pendidikan

Rumusan masalah

  1. Bagaimana mutu atau kualitas pendidikan di sekolah?
  2. Apa saja yang menjadi penyebab rendahnya kualitas oendidikan di Indonesia
  3. Bagaimana solusi yang dapat diberikan dari permasalahan-permasalahan pendidikan di Indonesia
  4. Apakah pendidikan dari pembelajaran dapat membentuk karakter peserta didik menjadi baik
  5. 5.   Karakter apa saja yang harus dimiliki dan menjadi jiwa karakter bangsa?

pembahasan

  1. a.   pengertian mutu pendidikan

Pada awalnya konsep mutu dipinjam dari industri manufaktur, pengelolaan ini mengandaikan adanya upaya pihak institusi pendidikan untuk meningkatkan mutu

Pendapat Mutu menurut (Tom Peter dan Nancy Austin): dikutip Edwadr Sallis dalam mutu terpadu pendidikan(2011)sebuah hal yang berhubungan dengan gairah dan harga diri.

Menurut Gavin dikutip oleh M. N. Nasution dalam buku umiarso dan Imam Gajali manajemen mutu sekolah(2011) delapan kualitas produk: kinerja/performa, features, kendala(reability), konformitas, daya tahan(durability), kemampuan pelayan, (service ability), estetika, kualitas yang dipersepsikan.

Penjaminan mutu pendidikan

tiga tipe penjamin mutu:

  1. penjamin mutu produk
  2. penjamin mutu proses
  3. penjamin mutu sistem

penjamin mutu perguruan tinggi:

  1. Terbentuk ASEAN university net work for quality assurance(1999).
  2. Badan kerjasama penjaminan mutu PT dibentuk di UGM 20 April 2004.
  3. Perguruan tinggi masing masing-masing memmengembangkan penjaminan mutu sesuai karakteristiknya.
  4. Tanggal 1 Oktober 2003 Dikti menerbitkan buku” Pedoman Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi”

Lembaga pendidikan dinyatakan bermutu apabila:

–      Lembaga tersebut mampu menetapkan dan mewujudkan visi dan misinya

–      Mampu memenuhi kebutuhan steak holdernya berupa:

  • Kebutuhan masyarakat
  • Kebutuhan dunia kerja
  • Kebutuhan profesional

Macam dan Fungsi penjaminan mutu Perguruan Tinggi

  • Ø Penjamin mutu internal: Quality improvement, publik accountability melalui POACE audit internal secara terus menerus
  • Ø Penjamin mutu eksternal: public recognition(melalui akreditasi, image building, oleh BAN-PT, asosiasi profesi/industri dan PT terkemuka)

Standardisasi Mutu Pendidikan di Indonesia

Masalah yang menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan di indonesia:

  1. Rendahnya kualitas sarana fisik

Balitbang Diknas(2003) menyebutkan bahwa terdapat 146.052 SD

  1. Rendahnya Kualias Guru
  2. Rendahnya Kesejahteraan Guru
  3. Rendahnya Prestasi Siswa
  4. Rendahnya Relevansi Pendidikan Dengan Kebutuhan
  5. Mahalnya biaya pendidikan
  6. Kurangnya Pemerataan Pendidikan

Manajemen Penjamin Mutu

Prinsip dasar pelaksanaan penjamin mutu:

  1. Quality First
  2. Steakholder
  3. The next process in our steakholder
  4. Steak with data
  5. Upstream management

Butir-butir mutu:

a)   Kurikulum program studi

b)   SDM dosen dan tenaga penunjang

c)   Mahasiswa

d)   Sarana prasarana

e)   Proses pembelajaran

f)    Suasana akademik

g)   Penelitian dan publikasi

h)   Pengabdian pada masyarakat

i)     Tata pamong(govermance)

j)     Manajemen lembaga

k)   Sistim informasi

l)     Kerjasama dalam dan luar negeri

Solusi permasalahan-permasalahan Mutu Pendidikan di Indonesia

  1. TQM pada lembaga pendidikan

Hadari mengemukakan tentang karakteristik TQM:

–      Fokus pelanggan internal maupun eksternal

–      Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan

–      Memiliki obsesi tinggi terhadap kualitas

–      Membutuhkan team work

–      Memiliki komitmen jangka panjang

–      menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan

–      Memiliki kesatuan yang terkendali

–      Memperbaiki proses secara berkesinambungan

–      Memberikan kebebasan yang terkendali

–      Memiliki kesatuan yang terkendali

–      Adanya ketrlibatan dan pemberdayaan karyawan

Menurut Edward Sulis karakteristik TQM dalam konteks pendidikan:

  • Perbaikan terus menerus
  • Perbaikan sedikit demi sedikit(kaizen)
  • Perubahan kultur organisasi terbaik
  • Kolega sebagai pelanggan
  • Meningkatkanmutu pembelajaran
  • Profesional dan fokus pada pelanggan
  1. Standar mutu dalam TQM

Standar mutu Internasional:

v BS 5750, singkatan dari British standards Institution

v ISO 9000, singkatan dari Internasional Standards Organization

  1. Aplikasi Teknologi Informasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran

Dalam mengaplikasikan teknologi informasi demi meningkatkan mutu pembelajaran minimal ada dua tujuan akademis sebagai penunjang proses belajar mengajar dan tujuan administratif penunjang pembelajaran. Banyak faktor yang mempengaruhi terhadap prose pembelajaran baik eksternal maupun intrnal semuanya mempunyai keterbatasan mengakses informasi baru baik secara teknologi maupun secara manual. Menurut UU no.20 tahun 2003 pasal 4 ayat 3 Bab III tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan dilaksanakan sebagai proses pembudayaandan pemberdayaan sepanjang hayat. Pada ayat 4 menyatakan bahwa pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses pembelajaran.

Mutu pembelajaran menjadikan lembaga mampu meningkatkan kapasitas belajar dan memberi bekal sendiri dinamis. Ditunjang oleh kurikulum yang luwes dan relevan, keseluruhannya akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang maksimal sesuai harapan bersama yaitu mutu standar maksimal.

Indikator Mutu Pembelajaran

Dimensi mutu dapat dilihat dari perilaku pembelajaran, dampak, dan budaya pembelajaran, yaitu;

  1. Indikator  perilaku pembelajaran untuk mengembangkan:
    1. Sikap positif
    2. Kemungkinan mencapai kompetensi trtentu
    3. Dapat membangun kreatifitas, ketrampilan, produktif, kebiasaan berpikir
    4. Pengelolaan pembelajaran mulai dari perencanaan hingga evaluasi dan tindak lanjut.
    5. Keteladanan, inisiasi, kreatifitas guru/dosen yang dinamis dan kontekstual
  2. Indikator dampak belajar:
    1. Bersikap positif
    2. Menguasai metodologi dasar keilmuan
    3. Menguasai subsatansi bidang studinya
    4. Memahami semua komponen pembelajaran
    5. Memahami prinsip perancangan, pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran.
    6. Menguasai dasar penelitian
    7. profsional
  3. Indikator budaya pembelajaran:
    1. Kebiasaan pembelajaran bermuatan pembudayaan dan kemandirian
    2. Suasana kelas menumbuhkan belajar menarik, menantang dan menyenangkan
    3. Tata tertib ditaati
    4. Perwujudan nilai, ketauladanan, dan prakarsa guru/dosen
    5. Suasana kondusif meningkatan mutu total

kesimpulan

kalau dilihat dengan negara-negara tetangga yang sama-sama sedang berkembang mutu pendidikan indonesia tertinggal, apalagi dengan negara maju. kita sebagai pelaku pendidikan bangsa ini semampu dan sekuat tenaga berusaha ikut melibatkan diri dalam mengantarkan anak-anak generasi mendatang menuju standar kualitas pendidikan yang diaku dunia ceo agar bangga menjadi bangsa dan duduk sejajar dengan bangsa-bangsa di dunia.

Menuju standarisasi tersebut kita harus memperbaiki pendidikan kita terus menerus, seperti:

§  meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta kesejahteraannya sebagai ujung tombaknya.

  • meningkatkan kualitas prestasi peserta didik
  • memperbaiki sarana dan prasarana
  • pemerataan pendidikan diseluruh wilayah indonesia
  • menggunakan  it dalam proses pembelajaran

jika semua komponen yang terlibat dalam pendidikan dan pengajaran saling bahu membahu, seperti memperbaiki pesawat yang sedang berjalan dan rusak. pasti semuanya akan bekerja karena masing-masing diri menginginkan keselamatan jiwanya, tenaga adan apa saja yang dimiliki akan diberikan untuk memperbaikinya hingga pesawat yang bernama indonesia dapat terbang dengan mulus tanpa hambatan hingga tiba di pemberhentian yang di tuju. keselamatanlah harapan kita semua, selamat artinya dapat sukses mengantarkan seluruh jiwa, komponen menuju bandara kembali seperti yang dicita-citakan bersama. tidak ada yang saling menyalahkan apalagi menuduh dan saling menjat hkan, yang ada adalah kerjasama mewujudkan cita-cita tersebut.

daftar pustaka

Wibawa , Basuki. Pendidikan Teknologi dan Kejuruan(manajemen dan implementasinya di era otonomi). surabaya: kertajaya duta media, 2005\

B. Johnson Elaine, CTL(Contextual Teaching Learning), Kaifa Bandung, 2009

Budimansyah Dasim, PENDIDIKAN KARAKTER, PERANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS KARAKTER,Widya  Aksara Press, 2012

Doddington Christine, Marry Hilton.PENDIDIKAN BERPUSAT PADA ANAK(terj), Jakarta, 2010

Makmur Jamal Asmani,PENDIDIKAN KARAKTER DISEKOLAH, DIVA Press Jogja, 2011

Sallins Edward, Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan(terj), IRCi SoD Jogjakarta (2011)

Wibawa  Basuki. Pendidikan Teknologi dan Kejuruan(manajemen dan implementasinya di era otonomi). surabaya: kertajaya duta media, 2005

Learner-CentereTeaching Five Key Changesto Practice,Maryellen Weimer

Umiarso dan Imam Gojali, Manajemen Mutu Sekolah di Era otonomi Pendidikan. Jogjakarta: IRiSoD. 2011.

Http://edukasi kompasiana. Com/2012/04/13/makalah-kualitas-pendidikan-di-Indonesia-saat-ini/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s