MENGHARGAI WAKTU

Standar

Waktu yang 24jam Allah berikan kepada kita tidak bernah berkurang  sedikitpun, maka sebagai syukur atas nikmatnya yang tak terhingga itu kita malakukan  ibadah, munajat padanya 5kali sehari semalam. Shalat hendaknya tidak ditunda-tunda setelah tiba waktunya karena menunda berarti melambatkan waktu. Kalau kita melambatkan waktu sementara pekerjaan manusia banyak hingga kadang lupa shalat karena suka melambatkan dan sering enunda -nunda waktunya.

Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas secara rinci tentang waktu,secara global ataupun rinci, betapa berharganya waktu bagi kita manusia. Maka raihlah kesempatan sebanyak-banyaknya dan jangan lewatkan karena kesempatan tidak akan datang dua kali  datang kepada kita.  Sebelum tiba subuh misalnya waktu fajr, fajar itu diibagi menjadi dua fajar kadzibkira-kira jam 03an biasanya saat kita sahur dibulan ramadhan,  tandanya seolah-olah akan terbit fajar/matahari padahal tidak. Sedangkan fajar shadiq menjelang waktu subuh danbiasanya kita sudah mengakhiri sahur dan bersiap-siap melakukan shalat subuh.

Surat-surat sendiri yang khusus membahas waktu diantaranya adalah surat al-asr(demi masa), surat fajr, al-lail, adh-dhuha, as-syams, dan lain sebagainya. Keseluruhan surat tersebut menjelaskan kembali tentang waktu, pergantian malam dan siang, manfaat dan apa yang dikerjakan manusia diwaktu siang dan malam.

Misalnya surat pendek ‘al-asr bahwa sesungguhnya manusia semua dalam keadaan merugi, kenapa??? karena mereka tidak beriman kepada Tuhannya.Mereka yang beriman kepada Allah adalah orang-orang yang tidak merugi berarti merekalah orang-orang beruntung. Namun iman didada sja ternyata tidak cukup karena iman itu diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan denga perbuatan. Ayat selanjutnya menyebutkan bahwa orang yang beriman dan beramal shaleh/membuktikan keimannannya dengan perbuatan amal shalih tadi yaitu ibadah kepada Allah shalat dan lain lain. Selain itu perbuatan nyata diluar shalat juga bukti keimanan seseorang ialah bermuamalah kepada sesama manusia dengan baik.

Kemudian dalam muamalah itu ada masalah yang harus diselesaikan atau diperbaiki dengan saling take and give yaitu memberi dan menerima yang ayat tersebut menyatakan saling nasihat menasihati dalam kebaikan, kebenaran, dan saling nasihat-menasihati dalam kesabaran. Dalam surat lain bahasannya lebih luas lagi karena lebih panjang dibanding surat al-asr yang biasa dibaca setiap berakhir belajar para peserta didik di sekolah.wallahu’alam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s