PEMILIK YAYASAN – ALFA MART ,30 -11

Standar

Melihat kehidupan disekelilingku, ingin sekali rasanya menolong mereka semampuku untuk dapat meringankan bebannya walaupun tidak seluruh beban yang mereka rasakan.Tapi apa daya hanya recehan saja yang dapat kuberikan kepada mereka sekali-kali kalau ketemu di jalan atau kebetulan ketemu di warung. Karena keadaanku juga tidak jauh berbeda dengan mereka hanya kerja sambil kuliah berdua dengan suami dan belum dapat banyak menolong orang. Pernah menolong tetangga dengan memberi modal usaha beberapa juta, tapi itu kandas tidak ada ceritanya, dia tidak tahu uang itu kudapat dari pinjaman di koperasi yang harus kucicil sepuluh bulan. Usaha lain belum ada untuk dapat berpenghasilan setiap hari dan dapat menolong setiap saat.

Kebetulan aku mengajar di sekolah swasta dilingkungan masih wilayah kelurahan, selain mengajar mendapat tambahan BK(Bimbingan Konseling), dan lagi-lagi keluhan anak-anak masalah uang. Ada yang tidak masuk tidak punya ongkos, ingin jualan makanan supaya punya uang jajan sendiri, belum dapat seragam dan buku karena belum bayar, sementara yang diberi keringanan dan gratis hanya SPP saja, iuran-iuran seperti seragam dan buku harus beli sendiri. Ya Allah bukakanlah jalan-jalan rizkiku bukakanlah pintu-pintu rizkiku, tunjukanlah usahaku untuk dapat menolong lebih banyak orang lagi baik yayasan, panti atau rumah baca, rumah tahfidz, agar diriku lebih banyak lagi mangaatnya buat orang, agar aku dapat menolong banyak orang, dapat meringankan beban mereka, dapat menjamin orang-orang yang membutuhkan…Do’a selalu ku panjatkan sepanjang hari, dengan kesabaran dan ketekunanku apa saja yang dapat ku lakukan. Bukan Cuma menolong memberi uang jajan atau ongkos anak sekolah, ingin lebih dari itu dengan memberi santunan, mendirikan yayasan atau sejenisnya. Namun selain ide dan ilmu bekal dari pondok pesantren dulu, modal juga harus ada seperti tanah, dana untuk mengurus perizinan, dan lain-lain, sementara rumahku saja masih kontraktor alias ngontrak.

 

Namun aku yakin seyakin-yakinnya Allah akan menolong tidak tahu kapan, menunggu kesabaranku dan kerja keras, kerja cerdas, dan kontinuitasku dalam usaha dan do’a. Dia akan mengabulkan do’a-do’a orang-orang yang meminta disiang dan malam hari sepanjang masa. Karena kedekatan Allah dengan hamba- hambanya lebih dekat dari urat leher nadinya.

 

Belum lagi kalau ingat orangtuaku dikampung Brebes sana, mereka sudah sepuh dua- duanya hampir 80 tahunan berduaan saja. Mereka mengharapkan aku segera pindah tinggal bersamanya. Aku selalu menghiburnya kalau telpon ke kampung, mih, nanti ya pindahnya kalau sudah sertifikasi…do’akan cepat di panggil…kataku mengibur. Padahal kalau ingat realitanya disini mengenaskan banget, sudah empat kali tiap tahun sejak 2008 mengumpulkan berkas persyaratan sertifikasi, namun tidak juga di panggil-panggil. Kalau di tanyakan ke kantor katanya datanya hilang keselip. Masa keselip tidak muncul namanya sampai empat kali. Aku pikir, masa ini bukan rizkiku, kan sudah mengajar lama sejak tahun 1991, karena dibenaku tidak usah PLPG pemberkasan juga cukup, piagamku banyak bukan dari manipulasi buat-buat seperti yang ku dengar.

 

Akhirnya ku coba hibungi kanwil, sampai dua kali belum juga mendapatkan jawaban yang pas katanya nanti tahun depan mengumpulkan berkas lagi, sabar yabu, padahal teman yang mengajar di negeri ketika namanya tidak muncul disusulkan, kenapa aku tidak bisa. Ku sudah berpikir berangan-angan seandainya sertifikasi nanti ku bisa banyak menolong orang, bagi-bagi orang…akh pikirku, itu pikiran orang tidak punya uang saja pikirannya panjang nanti kalau punya uang ingat juaga tidak pada mereka…mungkin begitu ya makanya rizkiku di tahan sama tuhan (Allah). Sertifikasi ku masih dalam angan, namun action apa nih yang cepat menghasilkan untuk dana sosial.

Ikut daftar Arminareka perjalanan umroh dengan janji teman akan mendaftar haji dan umroh lewat aku, akhirnya dipaksakan mendaftar supaya teman-temanku ikut daftar lewatku. E…sampai sekarang setelah ku tagih mereka bilang uang sih ada tapi saya sakit-sakitan  dan berbagai alasan lainnya. O…salah lagi apes amat ya aku kapan bisa menolong orang, aku juga harus di tolong butuh pertolongan orang.

 

Ketika ingat era 90-2000an setamat kuliah ditawarin balik kampung untuk mengembangkan pendidikan disana karena ada sekolah punya keluarga tingkat SD dan SMP. Namun saat itu terbayang dikampung sepi, jauh kemana-mana, kencari informasi susah, dari mana aku menggaji guru-guru sementara sawah untuk semua operasional sekolah hanya ada 2hektar saja. Jiwa mudaku bergelora dan lebih betah dikota disbanding di desa, bagaimana aku akan berkembang, tentu berbeda dengan sekarang dimanapun kita berada dapat mengetahui apa yang terjadi di belahan dunia manapun lewat internet. Sekali lagi ku tetap berdo’a ingin memiliki yayasan pendidikan dan social agar dapat membantu meningkatkan pendidikan dan membantu lebih banyak saudara-saudaraku di Indonesia tercinta ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s